Thursday, May 30, 2013

Tak ada tukang nasi goreng,cake pisangpun jadi

Kemarin hujan terus mengguyur kota kecilku dari sore hingga malam hari. Saat itu jam masih menunjukkan pukul tujuh malam. Usai sholat Isya,inginnya mata ini tertutup barang sejanak untuk merehatkan jiwa dan ragaku. Namun apadaya,bunyi perutku terus saja meraung raung minta jatah. Huffft padahal jam lima sore tadi sudah kuisi tempe penytet hingga dua piring. Kok masih saja meraung raung,pikirku cacingnya sebesar apa yang ada di perutku ini.

Aku bangkit beranjak dari pelukan spongebobku...
Kubuka pintu dan kulihat dua buah hatiku asyik di ruang tengah. Cynara asyik membaca novel si Raditya Dika, dan anal lanang melototi game di netbooknya.
"Ada yang laper gak.."tanyaku pada Nara dan Javir. Serentak mereka menatapku
"Pasti yang laper Bunda.."celetuk Javir
"Hujan hujan gini gak bakalan ada tukang nasi goreng lewat bund.."Sahut Nara
Kulangkahkan kaki ke dapur,dan kubuka kulkas. Melihat beberapa telur duduk manis di rak kulkas,tercipta ide membuat cemilan..tapi apa?,telur dalam keadaan dingin di dalam kulkas,dibikin kue pasti gak akan sukses. Ah ..terrserah dah mau jadi apa nanti,yang penting bisa dimakan.

Kupanggil Nara dan Javir,kuajak mereka ikut dalam kesibukanku dalam mengatasi raungan perutku.
Maka mulailah Kami memecah 3 butir telur,mengaduknya bersama 5 gula halus dan irisan gula merah. Lalu Nara mengambil 5 sendok makan penuh tepung terigu,sejumput baking soda,3 sdm coklat bubuk,vanili seadanya dan bumbu spiku secukupnya. 4 buah pisang ulin kuhaluskan (daripada menggiil dan mengeriput di kulkas). Terakhir Javir kusuruh memasukkan minyak goreng,karena Aku tidak memberi instruksi berapa tetes alias berapa liter,Javir memasukkannya sesuka hati dan dampaknya kudengar putriku berteriak "Stop". Karena kaget Javir menumpahkan minyak diatas meja makan dengan suksesnya,membuatku makin lapar...:)

Saat berebut memasukkan bahan ke dalam adonan, dan mencicipinya kemudian. Warna coklat terlihat begitu menggiurkan untuk dicolek dan merasakan sensasinya di ujung lidah.hmmm yummy.


Maunya sih di cetak dalam loyang,biar gak banyak cucian di tempat cuci piring alias korah korahan. Bikin penganan tuh asyik,yang gak asyik setelahnya. Males banget kan banyak cucian perangkat perkuean yang biasanya berlemak itu. Jadi berhubung sudah malem dan malas bongkar bongkar gudang deket sumur,jadinya cetakan cup cakepun okelah.


Sambil memasukkan adonan ke dalam cetakan,kak Nara lempar senyum,semoga membuat cake pisang coklat makin legit. After that kukus cakenya,gak perlu nunggu terlalu lama untuk matang,selain karena ternyata hanya jadi 10 biji. Perut Kami bertiga makin menjerit dengan aromanya.Cukup 35 menit cake bisa diangakat dan dinikmati.


Dingin udara malam menjadi hangat dengan cake pisang coklat kreasi Kami yang resepnya asal cemplung tanpa ukuran paten. Cukuplah camilan ini membuat perut Kami terganjal dan segera membuat Kami mengantuk sesaat lupa akan program diet.





0 comments: