Showing posts with label giveaway. Show all posts
Showing posts with label giveaway. Show all posts

Friday, July 1, 2016

Catch every Moment With Kamera Ponsel Idaman




Impian itu gratis 
Tapi impian yang  jadi kenyataan 
 Harus dibayar dengan proses dan kerja keras

Maklum saja, aku tak pernah membeli hape. Hape yang kumiliki selalu sebuah pemberian dari salah seorang saudara. Meski bekas, masih layak pakai. Mayanlah buat telpon telponan dan smsan. Hape pemberian terakhir, berlayar ukuran 2,5 x 2 cm. Berkamera 3 megapixel. Kalau buat berfoto ria banyak orang, harus agak jauhan supaya bisa terambil semua. Jadinya gitu deeh, belum memuaskan. Apalagi kalau suasana mendung atau bekabut sedikit saja, pasti momen yang diambil  tak sesuai  dengan warna aslinya.

Pernah suatu ketika, mendapat undangan launching sebuah produk snack lokal bagi para blogger. Ketika sampai di tempat, sudah banyak blogger yang jepret sana jepret sini. Ambil gambar tuh produk dan lokasinya. Hape mereka, sudah melebihi atmosfer hapeku. Dalam hati ketawa ngakak, ngetawain diri sendiri sih. Kok, berani beraninya datang ke acara beginian, dengan tak memiliki modal hape yang memadai. Tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, kubur juga rasa minder yang yang perlahan tapi pasti menggerogoti sanubari. Show must go on. Dah, nyang penting ntar nulis review produk, di rumah dimakan sama keluarga, foto seadanya, nulis sebaik baiknya. Karena memang jarang bingit kalau datang di acara macam begini, jadi rada kudet. Beruntung ada temen blogger yang baiiik banget mau minjemin dokumentasi fotonya ke aku dan dikirimnya via imel. Live tweet berhadiahpun kulewatkan, karena hapeku tak memiliki aplikasi twitter. Jadi duduk manis nyimak aja apa isi launching produk hari itu.

Wednesday, June 8, 2016

Keterbatasan Mental Tak Mengurangi Kekuatan Iman

Badek, lahir dan besar di dusun ini, usianya hampir setengah abad.  Dusunnya  memiliki 5 musholla dan  5 masjid. Diluar profesinya sebagai polisi cepek, waktunya dihabiskan untuk membersihkan  musholla , sesekali menyapu dan mengepel lantai masjid juga. Dia belum menikah, mungkin karena memiliki keterbelakangan mental, artikulasi bicaranya tak jelas, sering bicara sendiri, dan kadang berseragam bak polisi. Di pingganya tersarung sebuah pistol tak berpeluru.  Berkalung tasbih. Terlihat aneh memang. Tapi di dusun ini banyak  lelaki yang belum menikah meski usia sudah  lebih dari kepala tiga. Jadi, Badek tak sendiri melajang.

Badek hidup diantara para lelaki yang memiliki hobi menenggak miras dan judi, seringkali diajak temannya, Badek selalu menolak. Tak tergoda. Memilih bekerja dari pagi hingga petang, dengan penghasilan hampir 30 ribu. Bila ngopi bersama lelaki dusunnya, seringkali dia jadi bahan guyonan. Kadang saat mencoba untuk mengobrol. Tak satupun yang mendengarkan. 
Namun Badek istimewa, dia tak pernah absen sholat berjamaah. Puasa ramadhanpun selalu full., menginfakkan hasil jerih payahnya di kotak amal, atau sekedar membeli pembersih lantai dan sapu untuk musholla. Sebagian diberikannya pada sang emak tercinta.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah, keimanan seseorang tak tergantung dari normal atau memiliki keterbatasan fisik dan mental. Niat untuk ibadah dan bersedekah tak harus melihat berapa penghasilan kita. Semua tergantung pada keimanan dan niat kita.

(209 kata)



https://theordinarytrainer.wordpress.com/2016/06/01/lomba-menulis-1001-kisah-masjid/
 

Tuesday, May 24, 2016

Anakku Bukan Anakmu #Aku Hanya Sedang Melakukan Hal Kecil Mencegah Tindakan Pornografi Pada Anak Anak








Senin pagi, 16 Mei 2016...
Tak seperti biasanya, pengunjung pertama warkop pagi ini, bukanlah para lelaki pekerja yang akan berjuang mencari nafkah demi keluarga. Tapi sekitar sepuluh anak yang berebut memesan es susu dan aneka camilan sambil menyodorkan uang di hadapanku. Tak lupa menanyakan apa sandi wifi hari ini. Aku terpana melihat tingkah laku mereka.
 Heiii...bukankah hari ini bukan hari minggu, tapi hari senin. Bukankah seharusnya mereka sekolah?. Tentu saja aku bertanya pada gerombolan anak anak ini, mengapa datang ke warkop sepagi ini dan tidak berangkat sekolah. Jawaban mereka tanpa dikomando dan serempak  kompak menjawab, bahwa hari ini mereka  libur , karena kelas dipakai siswa kelas VI SD  menjalani Ujian Nasional. Dan mengertilah daku..:)

Kupersilakan mereka duduk, dan memesan satu persatu minuman yang mereka mau. Usai kutunaikan semua pesanan, baru aku berikan secarik kartu kecil berisi kata sandi wifi hari ini. Lalu aku duduk mendekati mereka, layaknya seorang ibu yang sedang berbincang dengan anaknya dan kepo dengan isi hape mereka. Apa yang dicari pagi ini sudah sibuk berwifi.
 Duh..meski hidup di desa, gadget mereka tak kalah dengan gadget anak kota. Perkembangan teknologi dan dunia maya memang luar biasa. Anak anak ini belumlah bisa mencari uang, tapi dalam genggaman, hape, tablet dan ipod adalah merk ternama. Entah apa pekerjaan orang tua mereka,
kalau melihat banyak pabrik dan home industri di sekitar warkopku ini, kemungkinan besar orang tua mereka adalah pekerja pabrik.

Monday, February 29, 2016

Kenangan Memalukan Beat 6563

Banyak hal yang terjadi dalam sepanjang perjalanan hidup kita, kejadian yang menyenangkan bahkan bisa bersamaan datangnya dengan kejadian yang menyedihkan. Begitupun dengan kejadian yang memalukan. Kalau yang semacam ini, mungkin sebagian dari kita akan menyimpannya sendiri, atau bisa juga menceritakan kepada orang lain, ketika kejadian yang membuat kita terlihat bodoh telah menjadi past tense...#Halaah

So, kejadian yang paling memalukan dalam sepanjang hidup saya adalah saat berada di sebuah pelataran parkir pasar tradisional dekat rumah. Seperti biasa sebagai emak pekerja, waktu untuk belanja yang pas hanya pada hari Sabtu, karena hari sabtu saya libur kerja. Di hari inilah, keperluan isi kulkas terpenuhi untuk stok menu masakan untuk 3 atau 4 hari ke depan. Saya, selalu mencatat apa saja yang harus dibeli, dan berusaha untuk disiplin dengan note tersebut. Berusaha yaaa, perlu digaris bawahi itu, karena seringkalai kedisiplinan terkoyak o;leh nafsu belanja perempuan. 

Sabtu pagi pukul 06.00 udara segar segera menerpa wajah ketika motor beat melaju perlahan menuju pasar, Riang nian hati ini karena semalam baru dapat arisan, dan catatan belanja berisi item yang memanjakan lidah. Tau kenapa?, karena di sana tertulis DURIAN, cerita en plening mau bikin ketan durian. Sampai ditujuan, motor Beat hitam manis kuparkir agak jauh dari tempat parkir resmi, bukan untuk menghindari karcis, tapi pagi ini parkir resmi sudah penuh kendaraan orang mau belanja. Dan, kuoikir amanlah parkir di depan rumah orang, banyak temennya juga kok.

Segara kaki melangkah menuju ke dalam pasar, satu persatu daftar belanjaan terbeli, dalam satu jam saja ke dua tangan ini sudah menenteng beberapa kantong isi belanjaan. Yang paling rempong adalah memebawa durian pujaan. Harum aroma terapi durian mengalahkan rasa berat bawa belanjaan. Belum lagi , jarak menuju tempat  kuparkir beat lumayan bikin  tangan kesemutan.But, thanx God, akhirnya nyampe juga. 

Kuletakkan belanjaan di bagian tengah motor. Kuambil kunci dari saku celana, kumasukkan dalam lubang kuncinya. Namun entah apa gerangan , kunci tak bisa kuputar untuk menyalakan mesin. Berkali kali kuputar, tak juga bisa aku putar. Tanganku dan tubuhku sudah berkeringat, bagaimana bisa terjadi. Lalu, motor aku jagang tengah, eh...apa ya istilahnya. Aku coba stater manual. #percobaan bodoh

Beberapa orang mendekatiku,  ingin  tahu apa yang terjadi dan berniat membantuku. Aku katakan apa kesulitanku dalam menghidupkan motor. 

Dan salah satu dari  mereka bertanya, "Ada apa mbak dengan motor saya?"
Jujur aja hati ini makin dongkol, kesel motor gak nyala ehh..ada yang ngaku ini motornya. Tapi tetap aku jelaskan kalau kunci motorku gak bisa masuk ke dalam lubang kuncinya. Lalu, ibu yang nanya ada apa dengan motornya, mengeluarkan kunci motor persis punyaku. Memasukkan ke dalam lubang kunci dan memutar kekanan.,..daaan klik. Motor di stater ..menyala. Aku...terpana.

Ibu tadi hanya berkata "Coba, cek no plat motornya  mbak ", 
Aku menurut melihat nopol motor yang dipegang si ibu. Omaigaaaat. itu bukan motorku. 
Karena , selisih 2 motor dari tempatku berdiri, motor beat dengan nopol 6563 masih anggun menantiku.

Semua orang yang ada di sekitarku, ada yang tertawa, ada yang senyum sinis, ada yang menatap kasihan atas kejadian yang memalukan ini.  Ibu yang memiliki motor tadi, segera menyerahkan kantong belanjaanku. Ucapan beribu maaf kuhaturkan padanya. Dia cuma tersenyum dan say...its okay mbak.

Apa hikmah dari kejadian ini?, teliti sebelum memutar kunci. Warna sama, bodi sama nopol pasti berbeda bro. 
   


Thursday, February 4, 2016

Isi Tas Perempuan Barista




Sebenarnya, kalau ditanya soal apa sih isi tas saya. Jujur saja, seringkali membuat minder diri ini. Karena memang gak ada yang pantas untuk dipamerkn atau ditunjukin ke semua orang. Bahkan, saat kumpul dengan keluargapun, saya cenderung berlagak introvert kalau soal urusan isi tas. karena dari 5 saudara perempun, isi tas sayalah yang paling enggak banget untuk disebut sebagai perempuan, istri sekaligus seorang ibu. Tapi biarlah, toh kali ini saya bongkar isi tas saya di depan publik, biar segera muf on dari rasa minder.



Monday, January 12, 2015

Kado Terindah Untukku, Tubuh Sehatku Untukmu


Aku hampir tak pernah punya permintaan pada suami soal kado atau hadiah di hari ulang tahunku. Karena kerap kali lupa tanggal ulang tahunku sendiri. Kadang sih, kalau pas suami ingat , detik detik menjelang hari ultahku dia akan menanyakan hadiah apa yang kuinginkan darinya. Dan jawabanku akan selalu sama, jawaban yang sok jaim padahal pingin.  " Aku mau kau ada di sampingku seharian penuh ",( tapi dalam hati pingin banget dia kasih aku serprais hadiah yang ingin sangat aku miliki.)
Maklum saja, misua sering sekali luar kota dan punya hobi sekolah. Diklat apapun yang ditawarkan oleh instansi tempatnya bekerja akan disabetnya dengan riang hati, meski akan meninggalkan kami hingga rentang waktu lebih dari sebulan. Dan pulang pulang akan membawa piagam hasil diklatnya. Tahun ini akan ada rencana diklat lagi di luar kota, bertepatan dengan bulan aku dilahirkan, pertengahan tahun ini.
Sudah kuselipkan pesan khusus di agenda kerjanya.
" Sisihkan hasil kerjamu untuk hari spesialku di tahun ini. Kado terindah untukku, tubuh sehatku untukmu D ".
Semoga pesan ini mampu dimengertinya dengan baik.


Tuesday, December 30, 2014

Masalah Merokok Adalah Pilihan Bukan Pada Iklan


Melihat tayangan iklan rokok di televisi dan billboard iklan  yang ada di beberapa protokol jalan sangat berbanding terbalik dengan peringatan yang ada di bawahnya " Merokok membunuhmu " dengan gambar yang seram  mengenaskan dan tulisan 18+ di sampingnya. Iklan ini membuat saya tersenyum miris, bagaimana tidak, iklan rokok selalu terlihat elegan dan eksklusif (untuk beberapa merk rokok tertentu). Yaitu lelaki yang macho dengan petualangan alamnya yang seru. Plus dikelilingi beberapa wanita cantik untuk kaum eksekutif muda. Seolah menggambarkan bahwa merokok identik dengan kesuksesan dan petualangan. Namun juga pilihan, after that rokok akan membunuhmu. Menggerogoti paru parumu, menggerogoti kantong dan dompetmu. Membakar uang yang kau cari dari hasil kristalisasi keringatmu. Akankah ini mengurangi penikmat rokok di Indonesia ?. Oh No !!. Karena perokok di Indonesia makin bertambah setiap tahunnya. Mengapa ?

1. Karena pemerintah tidak tegas dalam pelarangan merokok, yang dilakuklan hanyalah memberi area 
    kawasan bebas merokok pada tempat tempat tertentu.
   Terbentuk dari undang undang kesehatan : Pasal 115 Undang-Undang Kesehatan No. 36/2009 dan Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 109/2012 menyatakan bahwa,”Pemerintah Daerah wajib menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di wilayahnya dengan Peraturan Daerah.”
  
2. Pelarangan merokok di kawasan tertentu tidak otomatis mendapatkan sangsi tegas dari aparat daerah.
    Tindak lanjut dan sidang ditempat hanya dilakukan setengah hati. Terbukti di tempat umum seperti
     di terminal, dan stasiun kereta api masih banyak kita temukan orang yang merokok seenak udelnya.
    Padahal survei perokok pasif lebih rentan terkena dampak asap rokok daripada si penghisap rokok
    itu sendiri.
3. Sikap ambigu atau abu abu pemerintah untuk tak tegas dalam pelarangan merokok, terkait dengan cukai 
    cukai rokok yang memberi pemasukan besar pada keuangan negara.

Monday, December 29, 2014

Hujan Membawa Berjuta Harapan




Aku pecinta hujan
Aku perindu hujan
Yang tak pernah bosan mencumbu dan melumat tetesannya hingga tubuhku kuyup kelelahan
Yang tak pernah bosan menengadahkan tangan.dan wajahku, Merasakan tetes demi tetes membawanya menuju kisah baru saat hujan datang menjemput.

Aku pecinta hujan
Aku perindu hujan
Tak pernah amarah membuncah
Meski awan pekat mengirim hujan dan banjir tuk membawa bonekaku
Boneka berambut kumal berpipi merah tanpa baju, satu satunya teman bicara dalam kesunyian.
Boneka yang kutemukan saat kukais sampah di kampung sebelah.

Wednesday, December 17, 2014

Awal Kehamilan Dan Kelahiran Putriku

Foto foto putriku sejak usia 3 bulan hingga 15 tahun



Kehamilan pertamaku tepat sebulan pasca menikah.Senang dan bahagia?untuk separuh lebih wanita dibelahan bumi ini, sudah pasti iyes jawabnya. Bukankah ini momen yang ditunggu oleh setiap wanita setelah meraih gelar sebagai seorang istri?.Tapi tidak bagiku. Ketakutan terbesarku adalah: Aku tak mampu jadi ibu yang baik untuk buah hatiku. Karena menengok masa laluku yang tak menyenangkan sebagai seorang anak. Lahir dari 12 bersaudara yang sangat minim perhatian dan sering mengalami kekerasan dalam keluarga. Belum lagi teringat akan pesan mertuaku agar aku merencanakan kehamilan, tak usah keburu, tata dulu perekonomian keluarga. Baru mikirin urusan punya momongan. Waktu itu aku hanya terdiam,, "OH mertuaku, kaupun tahu usiaku sekarang sudah 29 tahun." Aku tak mungkin menolak kehamilan yang datang secepat ini bukan?.
Aku berusaha positif thinking bahwa Tuhan sedang merencanakan hal terindah dalam hidupku dan Tuhan telah mempercayaiku menjadi calon seorang ibu. Dan hal ini cukup menguatkanku untuk membahagiakan diri dalam menjalani kehamilan.

Thursday, February 13, 2014

Banyak Bebek Di Kotaku, Bebek Judes Jadi Alternatif Pilihanku




Siapa yang tak suka kuliner satu ini ? berteman dengan lalap dan sambal sebagai pendampingnya. Di kotaku sendiri banyak bertebaran warung menjual kuliner ini. Dengan olahan yang hampir mirip, dimasak dengan berbagai bumbu dan rempah khas masakan Indonesia. Awalnya sih gak tahu juga mengapa begitu banyak bumbu dicemplungin untuk membuat unggas satu ini menjadi makanan yang nikmat. Usut punya usut ternyata mengolah masakan ini tidaklah mudah, dikarenakan bau yang remus akan terus menempel bila Kita tak pandai mengolahnya. Maka cara menyiasatinya adalah, mengolahnya dengan trik tertentu dan bumbunya juga harus pas. 

Saya sendiri lebih suka membeli  daripada harus memasaksendiri. Maklum harga seekor lumayan mahal. Belum lagi kalau akhirnya masakan ini menjadi gagal total dan gak ada yang mau makan.  Jadi mendingan beli saja. Tinggal makan, kenyang dan puas.
Kepuasan Makan

Bicara soal kepuasan, benarkah semua penjual bebek goreng mampu memuaskan lidah para pecinta kuliner ini ?. Jawabnya adalah "No". Ada beberapa hal yang seringkali mengecewakan. Diantaranya adalah rasa alot pada dagingnya, mungkin yang dipakai bukanlah bebek perawan melainkan bebek bangkotan yang dipresto. Hingga menjadi empuk. Tapi tetap saja lidah pecinta kuliner yang sudah ekspert soal ini akan tahu perbedaannya. Apalagi bila tak bersih membersihkan bulunya. Pasti makin mengurangi nafsu makannya.

Tuesday, February 11, 2014

Mall Impian Yang Ramah Lingkungan




Bulan Januari adalah bulan banjir untuk wajah ibukota negara Kita. Peristiwa dari tahun ke tahun tak pernah usai dengan kisah banjir dan pengungsinya. Kalau sudah begini pemimpin akan jadi bulan bulanan media karena dianggap tak becus bekerja untuk rakyat.Saling lempar pernyataan menjadikan keramaian tersendiri, saling menyalahkan menjadi momen paling apik bagi pertelevisian di Indonesia untuk mencari  rating tinggi dalam sebuah talk show. Berargumen seolah pendapat merekalah yang paling benar. Hampir tak ada ujung pangkalnya. 

Banyak terobosan yang dilakukan untuk mengatasi banjir. Ini bukan hanya dilakukan di kota Jakarta. Hampir tiap kota besar memiliki permasalahan yang sama. Banjir terjadi karena banyak sebab, diantaranya adalah tata kota yang membiarkan mall di Jakarta dan kota lainnya tumbuh subur tanpa mengindahkan area resapan pada tanah saat musim penghujan.



 credit


Pemerintah kota seharusnya memberikan kebijakan tertentu , misalnya hanya ada satu mall untuk jarak beberapa kilometer atau tak memiliki lebih dari satu mall untuk tiap satu kecamatan. Saat ini satu kota bisa memiliki lebih dari 10 lebih mall yang menawarkan berbagai kemudahan, yaitu one stop shopping. Pengunjung dimanjakan dengan berbagai fasilitas, tapi seringkali lupa akan dampaknya. Yakni semakin menumbuhkan sifat konsumtif pada masyarakat. 
 


Harapan untuk pengembang agar menggunakan 60% dari tanah mereka untuk membangun sebuah mall dan 40% untuk area playground, yaitu sebuah taman terbuka untuk pengunjung dengan tetap memberikan kenyamanan, keamanan dan kebersihan yang selalu terjaga. Penyediaan tempat sampah di setiap sudut yang tepat sarta tanaman/pohon yang mampu menahan dan menyerap air hujan, hingga mampu mengurangi polusi dan banjir. 

One stop shopping boleh berlanjut, namun tetap mengacu pada go green yang sesungguhnya. Fungsi mall bukan hanya sebagai tempat belanja tapi juga tempat rekreasi yang sehat. Kenyamanan tak hanya untuk pengunjung namun juga untuk warga sekitar. Hingga tak akan ada gesekan sosial dan saling menyalahkan dikemudian hari.


Tata kota hendaknya tak asal dalam membuat site plan . Semua harus dengan perencanaan yang matang. Tak asal memberikan IMB hanya demi kepentingan beberapa gelintir orang. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. 


“Tulisan ini diikutsertakan dalam My 1# GiveAway Rodamemn”

Cinta Tanpa Hiatus



 " Ketika cinta memanggilmu, maka dekatilah Ia walau jalannya terjal dan berliku "
Kahlil Gibran

Aku tak begitu paham tentang cinta, apalagi menterjemahkannya dalam sebuah kata kata. Karena cinta lebih bermakna ketika rasa telah menjalar dan menelusup ke dalam pori pori kehidupan. Banyak cinta yang beredar dan menerjang di kalangan beberapa usia. Cinta monyet akan menerjang para ABG, cinta kilat akan menerjang para pesuka kenikmatan fantasi. Cinta putus nyambung akan menerjang manusia yang susah move on. Dan cinta sejati akan datang saat Kita mampu mempertahankan hingga maut memisahkan.

Lalu, baru hari ini Saya tahu ada cinta yang bernama Cinta Tanpa Hiatus. Yang artinya cinta yang tak pernah putus, langgeng abadi. Apakah cinta hiatus akan terbawa hingga ke jenjang pernikahan ? bukankah cinta tak selamanya harus memiliki . Saya jadi berfikir bahwa cinta haitus tidak selalu akan membawa dua manusia ke jenjang pernikahan. Cinta ini mampu terpelihara dengan baik saat kedua insan telah berpisah sekalipun. 

Cinta hiatus mampu bertahan hingga terbawa mati, karena cinta ini terjaga karena sebuah janji. Tak sedikit pasangan suami istri, masing masing masih membawa cinta pada yang lain. Menyimpannya rapat pada ruang kecil di sudut hati. Meski ketika ruang itu terbuka dan Kita tak mampu melihat sosok yang dicintai ada di sana, namun ruangan itu tetaplah berisi sebuah cinta.

Penghianatankah itu namanya ?..entahlah. Cinta tak mampu direkayasa, tak mampu jua Kita menghapus dan menghadirkannya sekehendak Kita. Cinta adalah anugerah dariNya. Muncul tiba tiba dan mematikannya dengan sempurna. Bijak menyikapinya bahwa inilah kehidupan. Bahwa cinta yang Kita genggam tidak selamanya sempurna. Layaknya cinta tanpa hiatus.Karena terkadang untuk mendapatkannya Kita perlu putus nyambung sebagai proses pengujian cinta itu sendiri.

Cinta tanpa hiatus biarlah tersimpan di lubuk hati terdalam. Biarlah abadi, dan Kita melalui kehidupan dengan cinta yang lain. Bagi Saya, cinta tanpa hiatus adalah cinta manusia kepada penciptanya. Cinta yang tulus tanpa pamrih, tanpa embel embel, karena tak pernah ada kata putus nyambung. Dia selalu ada dalam helaan nafas dan kemana kaki melangkah. Mulai membuka dan menutup mata. Tak pernah menyesal saat cinta ini teruji oleh derasnya gelombang kehidupan.

Dan cinta tanpa hiatus yang kumiliki adalah cinta pertama. Cinta yang penuh dengan onak dan duri, lalu terlepas dengan ucap kalimat pamungkas "Tak ada kata putus untuk cinta Kita, karena ini akan Kita bawa mati, meski ada yang lain akan menemani masing masing dari Kita ", ah jadi terasa ngegombal.

 






 

Monday, January 27, 2014

Pemanis Alami Untuk Hidup Lebih Sehat



Rasa manis siapa yang tak suka, hampir semua masakan dan minuman memerlukan bahan pemanis. Namun saat ini banyak beredar makanan yang menggunakan bahan pemanis buatan. Para penjual makanan seolah tak memperdulikan akan bahayanya. Pemanis buatan dapat merusak ginjal, dan gangguan lambung. Dan ini seringkali merambah pada jajanan sekolah dasar, membidik anak anak sebagai penyuka rasa manis. Terutama permen dan minuman berupa powder yang marak beriklan di televisi.  

Tulisan ini mencoba mengajak pembaca untuk kembali ke alam, serta mengajak kembali untuk membudayakan hidup sehat, berawal dari makanan. Berawal dari rumah. Berawal dari ajakan Giveaway Ikutan Menulis Tentang Pemanis Sehat Yuuuuk by mbak Evi Indrawanto.  







Manfaat gula aren untuk berbagai penyakit

Palm sugar atau gula aren  merupakan pemanis sehat alami yang cukup aman bagi tubuh. Unsur vitamin B yang terkandung di dalamnya cukup lengkap.Yaitu vit B1, B2, B3, B6 dan B12, juga ada Vitamin C dan garam mineral.

Banyak manfaat  yang bias didapat dari mengkonsumsi gula aren. Terutama untuk penderita diabetes mellitus. Karena kandungan gulanya tidak mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. Dan proses pembuatannya tidak menggunakan zat kimia. Jadi aman bagi penderita diabetes. Anjuran menngunakan gula aren untuk penderita diabetes juga ada dalam postingan mbak Evi dalam Arenganya bahwa menanggulangi diabetes dengan makanan bisa membawa penyembuhan.

Monday, January 20, 2014

#KEB Di Mataku

KEB 


Hampir satu tahun ini Aku mengenal KEB, meski tak terlalu aktif menulis (karena menulis seringkali nebeng internet kantor). Ada rasa bangga dan senang Aku ada di dalamnya. Ada perasaan hangat saat Makpon dan Makmin menyapa.
Ternyata dunia maya tak seburuk yang orang sangka, terbukti dengan bergabungnya Aku di KEB banyak hal positif yang Aku dapat.para emak di KEB bak oase yang memberikan kesegaran saat dahaga. Ternyata sebutan Emak begitu membanggakan. Dulu sebutan emak hanya untuk ibu ibu lebih suka berdaster, yang kesehariannya hanya meliputi dapur, ngurus anak anak dan suami. 24 jam penuh tanpa henti. Tak punya waktu untuk diri sendiri.

Tapi "emak" dijaman sekarang tak lagi hanya berkutat soal itu, lihatlah di kumpulan emak blogger. Sangat jauh dari lusuhnya daster. Sibuk mengurus keluarga, namun masih punya waktu untuk mengaktualisasikan diri dalam dunia wanita dunia penulisan bergenre apapun. Tentu ini tak lepas dari peran Makpon dan Makmin yang dengan ikhlas menyempatkan waktunya untuk merangkul para emak blogger dari seluruh Indonesia. Membentuk komunitas yang meski usianya baru 2 tahun di 18 Januari 2014 ini, namun mampu menjadi magnet bagi para emak untuk masuk dan bergabung di dalamnya dan maju dan berkembang bersama. Membuat kepercayaan diri para emak lebih kuat lagi, dan tentu menjadikan emak Indonesia makin dicintai keluarga. Karena jadi sering blogwalking tentang parenting, bisnis , masak memasak dll. Semua ada disini, di blog kumpulan emak blogger.

KEB dimataku

Bukan tanpa maksud bagi Aku dan emak lainnya untuk bergabung di sini. Terutama Aku. sebagai makhluk sosial Aku membutuhkan teman, teman yang banyak memberikan inspirasi untuk berbagi kebaikan dan informasi. Jarak memang membatasi, untuk bertatap muka memang hampir tak bisa. Tapi itu semua dapat terjalin  dengan anjang sana dan mengeja kata dalam sebuah tulisan, dan ini mampu mendekatkan emak . Kopdar yang digagas selalu mendapat sambutan hangat, meski sedih karena tak pernah ikutaaan.

Kami memiliki kebanggan tersendiri sebagai seorang emak saat sudah ada dalam komunitas ini, even just to be an stalker di setiap kegiatan para emak blogger. Karena di mata KEB telah memberi lebih dan tak bermuluk janji. Keramahan Mak Sary Melati, Mak Ijul, Mak Mira sahid, Mak Myra Anastasia, Mak Caroline Ratri, Mak Dina Begum. Dan yang lain yang tak sempet kusebut satu persatu. You are the best Emak in the world. Terima kasih sudah mewadahi Kami dalam komunitas yang indah ini.

Happy Milad KEB, tetaplah menjadi kumpulan emak yang banyak menyebarkan virus menulis tentang wanita dan dunianya. Virus untuk tetap semangat menjadi wanita sekaligus emak yang bermartabat. Meski mungkin Kami bukan kaum feminis. Makin maju merangsek untuk menjadi yang terbaik. 










Wednesday, January 15, 2014

Benamkan di kepalamu, Irit Bukan Pelit


Dulu, di sore hari, saat Aku masih memakai seragam merah putih.

Aku     : " Bapak, belikan Aku buku tulis ya? bukuku sudah penuh dengan catatan pelajaran"
Bapak :" Mana bukumu yang sudah penuh dengan tulisan ? "
Lalu kuserahkan buku itu pada Bapak, kupikir sebagai bukti bahwa Aku tidak bohong dengan permintaanku. 

Bapak :" Kamu menulis memakai pensil kan? "
Aku mengangguk tapi tak mengerti maksud pertanyaan Bapak.
Bapak : " Kamu sudah paham dan mengerti dengan isi catatanmu di buku ini? "
Aku mengangguk lagi, mulai ketar ketir ,khawatir Bapak akan ngetest Aku dengan catatan dibukuku.
Bapak : " Bagus, sekarang ambil penghapus, hapus  semua tulisan di buku ini. Kalau sudah bersih Kamu bisa kembali menuliskan catatan di buku ini. Ingat !! pelan pelan menghapusnya, jangan sampai kertasnya robek, Kamu harus hemat, selama masih buku masih bisa dipakai dan di isi tulisan lagi, tak perlu membeli buku baru. Kalau masih ragu Kamu mengerti atau tidak catatan di buku ini, benamkan isinya di kepalamu. Demikian dengan buku pelajaranmu, jangan di corat coret. Tahun depan masih bisa dipakai adik adikmu atau mungkin ada temanmu dan tetangga yang membutuhkannya ".

Monday, November 25, 2013

Berani Berkata Tidak, Harus!!

Membuka postingan didua blog punya mbak Lianny Hendrawati  bikin mupeng, keknya semuanya Aku suka. Penulisan yang simple dan hal hal yang ada di sekitar Kita.Tapi yang paling Aku suka adalah postingan Jangan takut berkata tidak. Karena ini mengingatkan pada masa kecilku dulu yang penakut dan selalu takut berkata tidak pada sebuah ketidak jujuran.

Jangan Takut Berkata Tidak, , mengingatkan Saya pada pengalaman Saya waktu SD dulu, sama sama takut untuk berkata tidak pada teman yang selalu mengambil paksa PR saya untuk dicontek, atau lebih tragis lagi apabila saat ulangan Saya tak memberi contekan , maka tak ayal Saya akan dikucilkan selama berhari hari oleh teman teman Saya. Saking takutnya tak memiliki teman untuk bermain, Saya selalu mengiyakan apapun permintaan teman Saya. Meski dengan terpaksa.

Thursday, November 7, 2013

Cerita ABG Burung Dara Vs ABG Digital


Berita yang mencuat di ranah tanah air tentang perilaku ABG akhir akhir ini sangat memprihatinkan bagi Kita semua. Tak ayal lagi membuat Kita ketar ketir terhadap anak Kita yang sudah memasuki fase ABG tersebut. Saya sangat menyadari bahwa menjadi ABG atau anak baru gede bukanlah hal mudah di jaman sekarang ini. Arus informasi yang sedemikian derasnya, membuat mereka terhanyut dalam dunia maya yang tiada batasnya. Maka menurut Saya benteng itu ada pada orang tua sekaligus bekal keimanan yang Kita berikan pada si anak sejak usia dini. Tak perlu Kita berpikir apakah mereka mengerti apa yang Kita bicarakan, karena si anak masih berusia dibawah 5 tahun. Menurut Saya, bahkan masih dalam kandunganpun mereka bisa Kita ajak berkomunikasi. Jadi semua permasalahan yang ada spada ABG sekarang ini adalah kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua dan antara orang tua dan Guru.

ABG dulu dan sekarang

Melihat anak gadis Saya yang saat ini sudah berada pada fase ABG, seringkali membuat Saya sebagai orang tuapun selalu was was dan waspada. Sungguh jauh berbeda dengan masa ABG Saya dulu yang begitu culunnya. Mungkin Almh. Ibu dan Bapak Sya tidaklah khawatir seperti Saya saat ini. Dulu sewaktu Saya menginjak ABG, dan duduk di bangku SMP tiap pagi selalu diantar Bapak Saya dengan menggunakan sepeda kebonya. Malu ?...emmm sebenarnya gak juga sih. Duduk dibelakang Bapak Saya yang mengayuh sepedanya dengan semangat dan berpakaian sporty buat Saya nyaman nyaman saja. Karena itulah me time bersama Bapak yang sering Saya rindukan.

Friday, October 4, 2013

Bapak ..Balon terbangku

Bapak...
Aku mengenalmu hampir di 18 tahun usiaku. Meski tak banyak cerita tentang kedekatan Kita sebagai seorang Anak dan Bapaknya. Mengapa Kita tak dekat?...
Biarlah itu menjadi rahasia Kita berdua. Cukuplah Kita yang tau,. Dan di usia setua ini, Aku baru merasakan betapa besar sayangmu padaku. 

Pada anak gadismu yang telah dicuci otaknya bahwa Kau tak pernah menginginkanku dalam hidupmu. Karena Aku seorang perempuan. Gadis kecil yang kerap Kau usir dari rumah bersama Ibunya, bila terjadi peperangan antara kalian yang tak pernah Aku mengerti masalahnya.

Wednesday, June 5, 2013

Terima kasih Dokter Hartanto..

Pagi pertama 1993

Pagi ini nafasku kurasakan semakin sesak , berjalan sebentar saja sudah terasa ngos ngosan. Serasa ada yang mengganjal di lambungku. Aku tak tahu apa kaitan antara lambung dan sesak nafasku. Kududuk di kursi ruang tamu kos kosanku. Memandang ke arah jalan raya depan rumah kos. Seragam kerja telah menampel rapi di tubuhku. Namun kebimbangan masih  melanda. Apakah Aku sanggup melakukan aktifitas kerja hari ini ?. Jam menunjukkan pukul tujuh lewat limabelas menit, kuputuskan untuk berangkat kerja dan berdoa semoga sesak nafasku bisa berkompromi hari ini. Entah sakit apa yang Aku derita sejak tiga hari ini, obat sesak napas yang diberikan temanku semalampun tak berpengaruh sama sekali. Sebenarnya Aku ragu untuk meminum obat itu, mengingat Aku tak memiliki riwayat sakit asma dan sejenisnya. Setelah kubaca indikasi dan aturan pakainya, kupikir apa salahnya mencoba. Dengan Bismillah kutelan obat itu dan berharap meringankan sesak nafasku. Sayangnya reaksi obat hanya sebentar, malam kuterbangun dengan sesak nafas yang mendera.
              

Wednesday, May 15, 2013

Nyamuk dalam kenangan


Aroma apapun yang terhirup di hidungku pasti akan membawaku ke sebuah kenangan. Sepertinya saraf saraf  hidungku berkolaborasi dengan baik dengan saraf otakku. Hingga bila saraf hidung beraksi saat aroma apapun yang mampir dan di manapun areanya. Otakku akan segera dengan senang hati menampilkan sebuah slide show layaknya sebuah film dokumenter. Seperti saat angkot mampir di POM bensin,kenanganku akan kembali saat hamil putra ke duaku si Javir. Dulu saat hamil Aku suka sekali berlama lama di POM bensin. Menghirup aroma bensin membuatku merasa nyaman dan bayi dalam perutku langsung berjingkrak ala Jon Bon Jovi...aneh ya.