Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Monday, November 28, 2016

Manfaat Berpelukan Bagi Pasangan

Apabila kita bertemu dengan teman atau sahabat lama, apa yang kita lakukan selain berjabat tangan?, pastinya berpelukan bukan?. iya, pelukan menjadi simbol sebuah eratnya persahabatan dan persaudaraan. Ketika kita berpelukan ada perasaan nyaman mengalir dalam aliran darah kita. Itu berpelukan dengan teman atau sahabat lama. Lalu apa sih manfaat yang kita dapat apabila berpelukan dengan pasangan?. Dan kapan terakhir kali kita memeluk suami, istri atau anak anak kita?.


1. Mengurangi stres 
Berpelukan dapat mengurangi tingkat stres pada seseorang. Seperti kita ketahui bersama , bahwa penduduk perkotaan lebih rentan untuk mengalami stres. Faktor kemacetan dalam perjalanan dan pencapaian dalam pekerjaan menjadi pemicunya. Dengan berpelukan dengan pasangan akan melepaskan oxitocin dari otak atau hormon ikatan. Hal ini menyembuhkan perasaan kesepian, sedih dan marah ketika kita sedang berpelukan dengan orang yang kita sayang. Sehingga tingkat stres pada seseorang menjadi berkurang.

2. Membangun rasa percaya dan aman
Memelihara kebiasaan berpelukan akan meningkatkan rasa percaya diri dan aman. Sehingga akan timbul saling mempercayai. Karena kejujuran dan keterbuakaan yang akan otomatis terjalin.

Tips Menghadapi Efek Perceraian, Agar Anak Tetap Bahagia Dan Berprestasi


Tak ada manusia di dunia ini yang ingin mahligai rumah tangganya hancur di tengah jalan. Terbersitpun tidak. Semua pasangan menginginkan keluarga yang selalu utuh, happyily ever and after. Apapun alasannya, siapapun yang telah bersalah dalam soal perpisahan. Perceraian tetaplah sebuah hal yang sangat menyakitkan bagi satu sama lain. Tapi siapakah yang mampu menolak suratan takdir?. Bila orang mengatakan bahwa, semua karena ulah manusia itu sendiri, mungkin mereka sedikit terlupa bahwa, tak ada di dunia ini yang luput dari kehendak Tuhan. Sekuat apapun badai menerpa, bila Tuhan tak menginginkan sebuah rumah tangga terpisah, hal itu tak akan terjadi. Pun sebaliknya.

Lalu siapakah yang akan menjadi korban dari perpisahan sepasang suami istri?, tentu anak anak adalah korbannya.(bila memiliki seorang anak). Anak korban perceraian dari kedua orang tuanya, selama ini selalu sering mendapatkan sorotan negatif. Perilaku mereka medapatkan sorotan tersendiri. Media pemberitaan juga tak luput meyoroti da memperbincangka kenakalan remaja adalah salah satu efek dari sebuah perceraian. Terutama bagi para abg atau remaja. Usia ini memang sagat rentan. Kebanyakan mereka masih mencari jati diri. Dan, mereka sangat memerlukan perhatian dan kasih sayang ayah ibuya untuk hal tersebut.

Sebagai orang tua pelaku perceraian, tentu merasa tersudut dengan berita yang ada. Meskipun orang tua sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk menghadapi situasi yang tak terduga. Bahkan, oada sebagian dari pasangan yang mengalami perceraianpun, memerlukan waktu untuk menyembuhkan luka. Sehingga tak sempat memikirkan hati anak anak korban perceraaian mereka. Mungkin benar, bahwa waktulah yang kan mampu menyembuhkan luka.
Lalu apakah langkah bijak yang harus dilakukan oleh orang tua dalam menghadapi kondisi tersebut. Tak cuma  mengandalkan waktu dan menyianyikan waktu berlalu begitu saja?.

Saturday, November 19, 2016

Tips Mengajarkan Toleransi Pada Anak Sejak Dini




Baru tahu kalau ternyata ada hari toleransi internasional. Dan, 16 November is international day for tolerance.  Indonesia terkenal dengan keberagaman budaya, suku dan agama. Dan saya bangga terlahir di negeri yang indah dan masyarakat yang majemuk ini. Bhineka tunggal ika tetap harus bersemayam di hati dan dihormati, NKRI juga harga mati. Sok nasionalis banget ya, tapi memang itulah yang harus kita lakukan untuk tetap menumbuhkan rasa toleran dalam diri kita. Menghargai kebhineka tunggal ika negeri ini. Meskipun berita tentang krisisnya rasa toleransi akhir akhir ini membuat kita prihatin, jangan patah arang untuk terus menyerukan toleransi demi kedamaian negara tercinta kita.

Dulu, semasa jaman sekolahada pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang mengajarkan bagaimana kita toleransi atas adanya perbedaan di sekitar kita. Kami, menjalani inti dari pelajaran PMP dalam kehidupan sehari hari. Semua serba otomatis. Saya tak tinggal dalam linglkungan mayoritas atau minoritas. Lingkungan majemuk, memberikan rasa kaya akan banyak pengalaman dan kehidupan. Di gang sempit tempat saya tinggal, ada yang beragama islam (Paling banya), Hindu, Budha, dan Kristen. Ada orang BAli, Ambon, Sumatra, Jawa (mayoritas), Madura, bahkan Cina. 

Kami saling menghargai dan menghormati. Kami melakukan hal yang sama satu sama lain. Contohnya, apabila ada kerja bakti dalam lingkungan RT semua berpartisipasi, tak hanya bapak bapak tapi juga para ibu yang menyiapkan sekedar kopi dan kue untuk para pekerja bakti yang tak hanya bapak bapak tapi juga para karang taruna. Saya melihatnya begitu indah, tak ada sekat dan perbedaan. NAmun, saat ini semua bergesar. Orang begitu mudah tersulut dengan isu SARA. Perbedaan seharusnya menjadi begitu indah, sekarang menjadi begitu muram. Bukan hanya perbedaan soal suku agama dan ras tapi juga perbedaan atas sebuah pendapat. KArena kebanyakan orang sekarang selalu merasa saling benar tanpa mau duduk bersama untuk saling mendengar. Fungsi telinga sebagai alat mendengar seringkali terlupakan. Hanya emosi yang dikedepankan.

Monday, October 24, 2016

Jika Anak Lelaki Suka Bermain Boneka

Tak sedikit orang tua yang khawatir ketika melihat anak lelakinya lebih suka bermain boneka ketimbang bermain mobil mobilan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kekhawatiran itu muncul, antara lain karena ketakutan perkembangan anak akan menyalahi kodrat dan terjadi penyimpangan transgender dikemudian hari. Walaupun sebenarnya adalah hal yang wajar ketika anak lelaki terutama di usia balita bermain boneka. Usia satu sampai lima tahun, otak dan rasa seorang anak perlu terus diexplore untuk merangsang pertumbuhan fisik dan mentalnya. Mengasah kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Jadi kita tak perlu mengkotak kotak bahwa anak laki laki harus bermain mobil mobilan dan anak perempuan harus bermain boneka.



Saya sendiri, sejak kecil hampir tak pernah bermain boneka. Bukan hanya karena tak suka tapi faktor lingkungan juga mendukung hal tersebut. 3 saudara di atas saya adalah lelaki dan dua di bawah saya lelaki juga. Permainan kami tak jauh dari bermain sepak bola, mobil mobilan dan bermainn boneka tentara. Iya, bermain perang perangan. Itulah permainan saya. Namun seiring berjalannya waktu, saya tak mengalami penyimpangan yang mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan, ibu saya masih mengharuskan saya untuk belajar seluk be;luk tentang dapur. Sejak kecil ibu sering mengajak saya ke pasar dan juga memperkenalkan saya bumbu dapur. Bukan hal yang rumit, tapi standar saja. Menurut beliau, bagaimanapun saya adalah perempuan. Meskipun bermain bola dan mbolang adalah hal yang tak terpisahkandari diri saya ketika kecil.

Sunday, July 3, 2016

Siswa Yang Mendapatkan Cubitan Dari Guru, Haruskah Memicu Kemarahan Ortu?

Hampir satu minggu ini, timeline di facebook ramai memperbincangkan kasus pencubitan oleh seorang guru terhadap muridnya. Berawal dari siswa laki laki yang melaporkan pencubitan itu kepada orang tuanya, berlanjut pada pelaporan orang tua korban (siswa) kepada polisi. Endingnya, guru siswa di salah satu sekolah swasta di daerah Sidoarjo tersebut harus mengikuti jalannya persidangan dengan ancaman mendapatkan hukuman menginap di  hotel prodeo. Kasus yang ramai, dibahas di mana mana. Ada yang pro dan ada yang kontra. Yang pro pada guru, pastilah membully siswa tersebut, demikian juga sebaliknya. Namun tentu saja, siswa yang terkena cubitan dan melaporkan pada orang tuanyalah yang paling banyak mendapatkan bully dari para netizen. Bagaimana tidak, hanya karena sebuah cubitan, seorang guru yang hendak menegakkan kediplinan pada siswanya, berujung pada hukuman pidana. 
Tentu terdengar tragis.

Sebagai orang tua, tentu saya sendiri tak menyetujui dengan apa yang dilakukan oleh seorang guru dalam memberikan hukuman dengan menyakiti secara fisik maupun non fisik kepada muridnya. Namun, saya menggaris bawahi untuk pengecualian dalam kasus tertentu. Kalau hanya sebatas cubitan dan tak sampai berdarah darah sih tak apalah, apalagi kalau memang hukuman cubitan itu diberikan karena kenakalan anak kita sendiri, Dulu, saya juga mengalami masa masa kenakalan remaja di sekolah. Bercanda dengan teman di waktu jam pelajaran, akhirnya mendapatkan lemparan penghapus yang penuh dengan debu kapur. Meyebabkan mata saya perih hampir seharian. Ketika di sekolah dasarpun, beberapa kali mendapatkan cubitan. Dikarenakan saya mendapatkan nilai jelek sewaktu ulangan harian. Guru SD saya sudah mengatakan sebelumnya, siapa yang mendapatkan nilai dibawah angka 6 akan mendapatkan hukuman cubitan. 

Mungkin, pengumuman itu mempunyai tujuan agar semua murid menjadi semangat belajar dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Jangan ditanya gimana rasanya cubitan itu. Waktu itu, bu guru saya mencubitnya pas di dada bagian kiri, kulit arinnya sampai hampir mengelupas dan terlihat ada sedikit darah yang keluar. Mungkin saking kurusnya badan saya kali ya. Belum lagi pengalaman hukuman yang diberikan oleh guru mengaji sewaktu kecil. Salah membaca satu huruf dengan tidak tepat tartilnya sampai 3x, tuh penggaris panjang akan melayang di tangan. Sadis?, dulu menurut saya iya, tapi setelah dewasa. Sering senyum sendiri mengenangnya. Jadi manis terasa. 

Tuesday, May 24, 2016

Anakku Bukan Anakmu #Aku Hanya Sedang Melakukan Hal Kecil Mencegah Tindakan Pornografi Pada Anak Anak








Senin pagi, 16 Mei 2016...
Tak seperti biasanya, pengunjung pertama warkop pagi ini, bukanlah para lelaki pekerja yang akan berjuang mencari nafkah demi keluarga. Tapi sekitar sepuluh anak yang berebut memesan es susu dan aneka camilan sambil menyodorkan uang di hadapanku. Tak lupa menanyakan apa sandi wifi hari ini. Aku terpana melihat tingkah laku mereka.
 Heiii...bukankah hari ini bukan hari minggu, tapi hari senin. Bukankah seharusnya mereka sekolah?. Tentu saja aku bertanya pada gerombolan anak anak ini, mengapa datang ke warkop sepagi ini dan tidak berangkat sekolah. Jawaban mereka tanpa dikomando dan serempak  kompak menjawab, bahwa hari ini mereka  libur , karena kelas dipakai siswa kelas VI SD  menjalani Ujian Nasional. Dan mengertilah daku..:)

Kupersilakan mereka duduk, dan memesan satu persatu minuman yang mereka mau. Usai kutunaikan semua pesanan, baru aku berikan secarik kartu kecil berisi kata sandi wifi hari ini. Lalu aku duduk mendekati mereka, layaknya seorang ibu yang sedang berbincang dengan anaknya dan kepo dengan isi hape mereka. Apa yang dicari pagi ini sudah sibuk berwifi.
 Duh..meski hidup di desa, gadget mereka tak kalah dengan gadget anak kota. Perkembangan teknologi dan dunia maya memang luar biasa. Anak anak ini belumlah bisa mencari uang, tapi dalam genggaman, hape, tablet dan ipod adalah merk ternama. Entah apa pekerjaan orang tua mereka,
kalau melihat banyak pabrik dan home industri di sekitar warkopku ini, kemungkinan besar orang tua mereka adalah pekerja pabrik.

Saturday, May 14, 2016

Anak dititipkan ortu atau pengasuh


Ok, ngobrol sama penikmat kopi memang gak pernah ada jeda untuk berhenti pada satu topik. Ada saja yang dibahas. Seperti siang tadi, perdebatan sengit terjadi antara preman pasar, pemuda kampung lapuk yang sok sibuk, dan lelaki tua yang sedang menggendong dua cucunya.

Celetukan bernada sinis ditujukan pada si lelaki tua. Kok mau maunya disuruh momong cucu, sudah dari kecil merawat ibunya, sekarang sudah renta harus momong anaknya. Katanya, Kalau dianya mah ogah. Gak akan pernah menjadikan ortu layaknya pembantu, durhaka namanya. Niat punya anak ya harus terima resikonya, MOMONG.


Si lelaki tua, adalah seorang sopir angkot. Di wajahnya terlihat garis garis tua dan lelah. Siang ini, diantara sindiran teman temannya dia menikmati kopi sambil momong sang cucu dan dengan santai membela diri.

Alasannya adalah kasihan melihat ibu si cucu, kerja pulang malam, gajian tak cukup, lagian 3 cucunya yang masih balita, adalah penawar lelah setelah seharian mencari nafkah dan bisa sedikit uang jajan buat cucu adalah kebanggaan luar biasa.


Bujang lapuk tak mau kalah berkata , sudah lelah usahlah mencari lelah. Biarlah urusan begitu menjadi urusan anak kita dan janganlah dimanja. Lihat hasilnya, orang tua jaman sekarang diperlakukan kayak pembantu.

Friday, February 27, 2015

Merindukan Kembali



Waktu terus bergulir, kesibukan tlah membawa kita pada masa melihat anak anak kita menjadi tumbuh dewasa. Apakah ada yang terlewatkan oleh kita saat mereka tumbuh dan berkembang?. Apalagi bagi kita , seorang ibu yang hampir melewatkan separuh hidupnya untuk bekerja mecari nafkah. Saya merasakannya, meski anak anak saya masih relatif ABG, saya merasakan kehilangan momen seperti dulu ketika saya belum menghabiskan waktu di luar rumah, momen saat mereka pulang sekolah dengan segudang cerita. Momen ketika mereka lelah dan bergelayut di pundak serta tertidur di pangkuan saya.

Seperti ketika menuliskan postingan ini, ingatan saya berjalan ke hampir sepuluh tahun lalu. Ketika dua buah hati saya pulang dari TPQ dari masjid dekat rumah di senja hari, dari dalam rumah saya mendengar teriakan mereka berlomba lari siapa yang lebih dulu sampai rumah, grabyak grubyuk mereka membuka pagar yang hampir reyot sambil mengucapkan salam dengan keras. Lalu memanggil saya, ibunya dengan suara kerinduan anak anak.

Friday, January 9, 2015

Berbuat Kebaikan Di Hari Jumat Penuh Berkah

Dapat sms dari anak lanangku si Javir.
" Assalamualaikum bund, lagi ngapain di tempat kerja? Btw hari Jumat ini sudah berapa kebaikan yang bunda lakukan?"
Sontak kaget dengan pertinyiin yang gak biasanya ini. Bukan soal lagi ngapain ditempat kerja, tapi berapa kebaikan yang sudah emaknya lakukan di hari ini.

Nih anak nyentilnya kebangetan deh keknya. Membuat emaknya berpikir keras dari pagi sampai siang ini entah kebaikan apa yang sudah aku lakukan ya?. Beliin temen makan pagi enggak. Bikinin bos kopi juga enggak. (Diminta bikin sih tapi kutolak, kuganti bikin teh tawar panas).

Banyak berbuat baiklah selama hidup di dunia utamanya di hari Jumat. Karena hari Jumat adalah hari yang terbaik diantara hari baik. Begitu pernah kudengar ceramah di masjid dekat rumah.

 
Dan ini juga pernah di dengar oleh Javir. Ya iiyalah pas dengerin ceramah kan dia ada di sampingku. Pesan Javir segera kujawab. Gak pake lama sebelum pesan berikutnya makin lebay yang dia tanyakan.
Kukatakan baru 2 hal yang yang kukerjakan dan masuk dalam sebuah kebaikan.

1. Nyingkirin 2 paku yang kulihat terlentang berjemur di jalan. Si paku sok imut tapi bisa bikin meletus roda mobil/ motor. Daripada dia kepanasan dan jadi makin item , kumasukin dalam tas Kerjaku. Lumayan kan dibawa ngalor ngidul sama pere manis macam bundamu ini naak.
2. Dengerin curcol temen di dumay.

Woke ...abaikan saja balasan pesan Javir selanjutnya. Intinya sebagai emak , aku harrus jelaskan ditel kenapa itu menjadi hal kebaikan buatku.
Untuk kebaikan no 1. Sepelehhh siihh, cuma nyingkirin 2 paku. Tapi...kamoon gaes. Bisa kubayangkan ada motor atau mobil yang terkena dampak paku berjemur. Ban pasti kempes ato bahkan meletus  kalo jalanan lagi sepi mungkin masih bisa selamat. Paling dia harus nuntun nyari tambal ban terdekat. Dan akhirnya telat untuk sampai ke kantor, dan akhirnya dimarahi sama si bos, dan akhirya terpotonglah gaji bulanannya, dan akhirnya bini di rumah nyap nyap karena duit belanja berkurang manaa sekarang apa apa mahal. #eh apa sih.

Yang lebih tragis adalah bila ban meletus lalu terjadilah hal yang tak diinginkan, kecelakaan misalnya. Naudzubillahmindzalik kalo sampai si paku menyebabkan nyawa melayang. Sedangkan doa yang terpanjat saat berangkar mencari nafkah adalah selamat dan raih rejeki berkah. Ah..sedih ngebayangin kehilangan orang yang kita cintai.

Untuk kebaikan ke dua. Si Javir rada gak ngeh, kalau dengerin orang curcol tuh kebaikan mendatangkan pahala.



 Aihh..nak. Mendengar curhat teman yang sedang memiliki masalah, dan membuat dadanya sesak adalah pahala yang tak terhingga. Apalagi jikalau tak hanya sekedar menjadi pendengar. Tapi kita mampu memberikan solusi akan masalah tersebut. Tentu hal ini akan membuat teman kita menjadi tenang dan hatinya lebih plong. Bahkan dia akan bisa kembali tersenyum.  Bisa jadi , selama berhari hari dia menangis karena beratnya masalah yang dia hadapi dan akhirnya kamu bisa melihat senyum bahagianya saat usai curcol denganmu.
Kamupun akan ikut merasakan bahagia.


Usah kau pilih hari apa kau akan berbuat kebaikan. Usah kita hitung berapa kebaikan yang sudah kita lakukan. Usah kau pilih siapa yang akan menerima kebaikanmu. Just do it. Biarkan tangan Allah bekerja untuk semua kebaikanmu. Setiap hari, setiap saat berbuatlah kebaikan. Percayalah, tak ada  keburukan dan kebaikan sebutir debu pun yang terlewat dari pandangan Rabbmu. Dan Dialah maha pemberi balasan untuk apapun yang dilakukan oleh hambaNya.

"Lalu, kebaikan apa yang sudah kamu lakukan hari ini mas?" Tanyaku balik mengirim pesan.
" Kasih temenku 5 jawaban soal ulangan bun, kesian dia gak bisa ngerjain" balas Javir.
#oke fain.




Wednesday, November 19, 2014

Nak


Coretanmu nak
Malam ini mataku sulit terpejam, gelisah yang tak berujung, khawatir akan keadaan jagoan kecilku yang sedang berlibur bersama sang Ayah nun jauh di sana. Kondisinya yang tidak fit karena usai persami di sekolah. Aku tahu dia mungkin kurang tidur, yah namanya juga berkemah,tentu membuat tidurnya tidak nyaman, ditambah lagi hujan deras yang mengguyur. 

********************************************************************************

Nak,...
Mungkin benar, Aku adalah seorang ibu yang selalu saja penuh kekhawatiran. Hanya selang sehari Kamu pergi berlibur di rumah ayahmu, Aku sudah kangen. Yaaaah kangeen tak bertepi. Rumah serasa sepi tanpamu Nak. Kamu selalu membawa keceriaan di rumah,celotehmu, gedebag gedebug kakimu dengan bolamu, nyanyianmu, manjamu ,tingkahmu yang selalu membuatku tertawa....semuanya Nak.


Friday, March 28, 2014

Manfaat Mendongeng Dalam Tumbuh Kembang Anak



Cover Kumpulan Dongeng Anak Karya Hastira Soekardi

Mendengarkan dongeng bagi sebagian anak kecil adalah sebuah ritual menjelang tidur. Tapi tidak bagiku. Dongeng adalah pintu imajinasi  dan pintu menuju berjuta dunia impian. Semasa kecil Ibu Saya sering mendongeng untuk anak anaknya. Kami tak pernah melewatkan itu, Kami menguatkan mata agar bisa mendengar suara Ibu mendongeng. 

Ibuku hebat dalam mendongeng, tak pernah mendongeng sambil membaca buku dongeng. Jangankan untuk membeli buku untuk memberi makan 12 anaknya saja Ibu harus mengencangkan ikat pinggang kuat kuat dan harus  pinter mengatur uang Bapak. Dan karena tak dengan membaca buku dongeng itulah, dongeng Ibu jadi tidak fariatif. Selalu berputar itu itu saja. Yaitu dongeng tentang Nyi Blorong, cerita bagaimana saat kecil dulu ibu menjadi pengungsi pada jaman Jepang. Kancil mencuri mentimun, secuil kisah jaman G30S PKI dll.

Wednesday, November 27, 2013

Sehari Tanpa Gadget : Bikin Hidup Lebih Hidup

Sehari tanpa gadget?, bisa gak yaaa?. Rasanya sulit untuk dilakukan, tapi kalau dulu sebelum gadget membumi buta Kita fine fine aja, kenapa sekarang harus seperti orang kehilagan pegangan?. Dan bingung mau ngapain kalau tak ada gadget barang sedetikpun. Bangun tidur hingga akan menutup matapun yang Kita sentuh pertama kali adalah gadget.. Karena gadget sudah tak mampu lepas dari keseharian kehidupan Kita. Tapi bagaimana kalau ada pencanangan sehari saja tanpa gadget, what should i do..?
Hal yang akan Aku lakukan adalah ingin membuat hidup ini lebih hidup. Melakukan hal hal yang berguna buat orang lain atau minimal untuk diri sendiri. Apa sajakah itu ?, dimulai dari saat bangun tidur. Jangan lupa, karantinakan semua bentuk gadget dalam peti hanya untuk sehari.

Thursday, May 30, 2013

Tak ada tukang nasi goreng,cake pisangpun jadi

Kemarin hujan terus mengguyur kota kecilku dari sore hingga malam hari. Saat itu jam masih menunjukkan pukul tujuh malam. Usai sholat Isya,inginnya mata ini tertutup barang sejanak untuk merehatkan jiwa dan ragaku. Namun apadaya,bunyi perutku terus saja meraung raung minta jatah. Huffft padahal jam lima sore tadi sudah kuisi tempe penytet hingga dua piring. Kok masih saja meraung raung,pikirku cacingnya sebesar apa yang ada di perutku ini.

Aku bangkit beranjak dari pelukan spongebobku...
Kubuka pintu dan kulihat dua buah hatiku asyik di ruang tengah. Cynara asyik membaca novel si Raditya Dika, dan anal lanang melototi game di netbooknya.
"Ada yang laper gak.."tanyaku pada Nara dan Javir. Serentak mereka menatapku
"Pasti yang laper Bunda.."celetuk Javir
"Hujan hujan gini gak bakalan ada tukang nasi goreng lewat bund.."Sahut Nara
Kulangkahkan kaki ke dapur,dan kubuka kulkas. Melihat beberapa telur duduk manis di rak kulkas,tercipta ide membuat cemilan..tapi apa?,telur dalam keadaan dingin di dalam kulkas,dibikin kue pasti gak akan sukses. Ah ..terrserah dah mau jadi apa nanti,yang penting bisa dimakan.