Thursday, January 5, 2017

Dahsyatnya LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNI KUNTU MINAL DHOOLIMIINA



Setiap muslim yang meyakini akan kebesaran dan keajaiban ayat ayat dalam Al Quran pasti memiliki doa khusus ketika menghadapi sebuah kesulitan dalam hidupnya. Tak terkecuali saya. Doa ini adalah doa andalan ketika kesulitan datang tanpa diundang. Mau kesulitan besar maupun kecil. Ayat ini saya dapatkan dari almarhumah ibu. Beliau memang bukanlah perempuan dengan pendidikan tinggi. Hanya setamat sekolah madrasah. Seperti kita ketahui bahwa dijaman kolonial Belanda dulu sekolah dasar bukanlah milik rakyat jelata, tapi milik kaum bangsawan atau rakyat terpandang.So, ibu hanya bersekolah di pondok pesantren. 

Ditahun 77, ketika akan mengahadapi ujian sekolah dasar, saya begitu resahnya. Malam sebelum ujian jadi susah tidur. Berkali kali bangun ngebuka buku , meyakinkan diri bisa ngerjain soal soal esok hari dan seterusnya. Rasa takut tak akan mengerjakan soal ujian dengan baik. Trus dapat nilai jelek, trus gak bisa masuk sekolah negri yang waktu itu bayarnya gak terlalu mahal. Trus kalau gak bisa masuk sekolah SMP negri saya dikawinin sama bapak. Iya, itulah ancaman bapak waktu itu. Tak bisa masuk SMP negri tak usah sekolah ntar dikawinin ajaah. Huwaaa...sediiih kaan. 

Bagaimana makhluk sekecil saya harus udah ngalamain kawin?. Dengan seseorang yang gak dikenal pulak.  Ini gegara saya pernah cerita sama bapak kalau ada teman sekelas pas kelas 5 SD, dia berasal dari pulau Madura. Siti Maryam namanya. Dia dikawinin sama bapaknya. Suaminya umurnya lebih tua dari temen saya. Maryam pernah terlihat nangis di halaman sekolah ketika hari kenaikan kelas tiba. Cerita dengan air mata berurai, saya gak tahu apa itu dikawinkan. Kata teman saya yang lain, itu artinya Maryam akan jadi pengantin lalu punya anak. Ah...saya cuma melongo. Membayangkan ngerinya masih kecil harus punya anak. hehe. Dan gitulaah, bapak saya ngasih anceman macam itu. Membuat saya resah gak ketulungan.


Seorang ibu memang menjadi malaikat di kehidupan anaknya. Ketika melihat ketakutan saya, ibupun menghibur dengan dongeng tentang nabi Yunus as. Ibu mengisahkan bagaimana muatan kapal yang ditumpangi nabi Yunus as bermuatan overload. Dan penumpangpun harus dikurangi. Karena sudah di samudera luas, maka tak satupun yang mau terjun ke laut bebas. Maka diberlakukan sistim undian. Apalah daya, takdir Allah menghendaki bahwa nama nabi Yunus as keluar sebagai nama penumpang yang harus terjun ke laut bebas. Ketika beliau terjun dari kapal, seekor ikan paus menangkap dan menelannya. Selama berhari hari nabi Yunus berada dalam perut ikan paus. Beliaupun berdoa, memohon ampun dan meminta pertolongan kepada Allah dengan mengucapkan :
                                         

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ 
 Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin

  “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.(QS Al-Anbiya’ : 87).

Usai nabi Yunus As membaca doa, ikan paus tersebut memuntahkan beliau keluar dari perutnya ke sebuah daratan. Begitulah akhir dari kisah nabi Yunus keluar dari kesulitannya. Ibupun berpesan, bila saya sedang dalam kesulitan maka hendaknya banyak banyak membaca doa tersebut. Insya Allah, Allah akan menolong saya keluar dari kesulitan apapun. Terhibur dengan kisah ibu. Saya merasa malam itu Allah sangat baik terhadap saya. Sebelum tidur saya mengulang ulang doa itu. Usai sholat dan ketika ingat betapa hebatnya doa tersebut, membuat saya bersemangat. Bahkan sebelum dan ketika mengerjakan soal ujianpun, seringkali saya baca lamat lamat. agar dimudahkan mengerjakan soal. Dan Alhamdulillah, nilai saya memuaskan dan test untuk masuk SMPN negripun berjalan lanca. Akhirnya, saya tak jadi dikawinin..hehehe.

Dahsyatnya doa nabi Yunus laa ilaaha illa anta subhanaka, inni kuntu minaz zhaalimin masih saya istiqomahkan sampai saat ini, saya juga menularkannya pada anak anak. Yakin bahwa Allah akan menolong hambaNya yang tuluus dan bersungguh sungguh. Insha Allah segala kesulitan akan bisa diatasi.
“ Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: ‘ Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim." (Surah al-Anbiya’ ayat 87)

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
“ Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: ‘ Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim." (Surah al-Anbiya’ ayat 87)

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8EfS
U

1 comments:

Ade UFi said...

huaaaa... aku nangis baca ini, Mba. Allah hanya minta kita merengek kepadaNya ya. Tapi btw, mba mau masuk SMP, saya baru lucu2nya dan masuk mpasi.. hahahaha