Thursday, June 30, 2016

Counseling Revolution, Mengubah Masalah Menjadi Anugerah

Judul buku : Counseling Revolution
Penulis.      : Afron Shoji
Penerbit.    : Shoji Media Sakti
                      Pekalongan
                      @2105
                      222 halaman

Sekilas tentang penulis :

Afron Shoji, lahir di Pekalongan Jawa Tengah. Memulai debutnya sebagai seorang konselor saat usianya 17 tahun. Berawal dari sering dijadikan tempat curhat teman teman sekolahnya. Guru sejatinya adalah kehidupan itu sendiri. Dan saat ini tengah mengambil perkuliahan Bimbingan Konseling Islam. Jadi, jam terbang dan luasnya pergaulan yang membuat penulis begitu matang dan lugas dalam menyampaikan knowledge tentang counseling dan problem sholving.
Sekilas tentang isi buku :

Buku ini menyajikan dan mengajarkan pada kita, bagaimana menjadi seorang konselor pada diri sendiri dan pada orang di sekitar kita. Kepada saudara, teman, dan sahabat.
Sebuah kepastian bahwa setiap manusia pasti punya masalah. Tak peduli seberapa besar kadar masalah yang dimiliki oleh seseorang. Dalam kondisi seperti ini, sudah pasti pula, kita membutuhkan orang lain sebagai pendengar yang baik juga sebagai penggagas sebuah solusi.
Penulis, Afrin shoji menuliskan step by step bagaimana kita bisa berperan sebagai seorang konselor hingga menjadikan sebagai sebuah profesi, dengan cara yang unik dan diselingi humor kecil. Dan terkadang membuat kita tersenyum sendiri. Karena penulis Melemparkan pertanyaan pada pembaca lalu dijawab dan disanggah sendiri.
Bikin keki pembaca, lalu membuat pembaca manggut manggut membenarkan pemikirannya. Hal hal yang mengejutkan, bahwa ternyata kitapun mampu menjadi seorang konselor atau pemberi nasehat dan solusi bagi seseorang yang sedang punya masalah. Dengan cara sederhana dan pendekatan yang humanis. Jadilah seorang Pendengar yang baik. Dan memiliki rasa Percaya Diri bahwa kita manusia baik dan mampu juga melakukan kebaikan untuk orang lain.

Positive thinking, doing poitive , and get positive for everything

Ketahuilah, berbagai mavcam penyakit mematikan lebih banyak disebabkan oleh emosi dan pikiran negatif ketimbang karena disebabkan oleh virus dan kecelakaan, (hal 35)

Buku ini terdiri dari 6 bab, singkat, padat berisi. Diawali dengan mengajak kita untuk mengenal arti counseling. Melihat di sekitar kita, bahwa tanpa kita sadari, terkadang kita telah berperan sebagai seorang konselor yaitu, ketika kita mendengarkan curhatan masalah orang lain, lalu memberikan sebuah solusi. Dan masalah orang tersebut teratasi. Bahkan bisa mengubah tangis seseorang menjadi sebuah senyuman. Ternyata, membantu melepaskan masalah orang lain, kita tak harus berprofesi sebagai konselor. Ini bisa kita temui dalam kehidupan sehari hari bukan?.

Sebelum bisa berperan sebagai konselor, atau membantu orang lain dalam mencari solusi permasalahannya, tentu saja hendaknya kita bisa menolong diri sendiri. Penulis mengajak pembaca untuk memeiliki persepsi diri yang positif, membahagiakan diri agar aura yang terpancar dari diri kita lebih terlihat menarik. Benar juga, kalau kita tak terlihat menarik bagi lawan bicara kita, gimana kita bisa membuat orang lain berkenan untuk komunikasi sama kita ya? apalagi untuk membicarakan masalahnya. 
Tak perlu banyak teori njlimet dengan buku tebal untuk mendapatkan informasi mengembangkan potensi diri dan menjadi seorang yang berguna bagi orang lain. Kesederhanaan penyampain penulis ,menjadi begitu mudah untuk kita terapkan . Menjadi pendengar yang baik serta ketulusan hati untuk mau mendengar masalah lawan bicara kita, adalah kunci untuk sukses menjadi konselor.
Jadi, be positive person , mendengar permasalahan orang lain dengan menempatkan diri sebagai seorang sahabat. Mendengarkan keluh kesah lawan bicara tak hanya dengan telinga, tapi juga dengan hati.

Wizard Counseling
Sihir merupakan bagian dari konseling?, awal membaca membuat kening berkerut. Namun percayalah, akan semakin banyak kejutan dalam bab ini. Materi yang diberikan, tips dan cara penerapannya dikupas tuntas. Bahkan, diluar dugaan, kita bisa juga lhoo.. membantu orang yang sedang mengalami kesurupan. Tak perlu mencari orang pintar atau dukun. Tak juga dengan cara menyemprotkan air yang sudah kita kumur ke muka orang yang kesurupan..:D. Resep utamanya ada pada pengaruh alam bawah sadar manusia.

Mengapa seorang Afron Shoji mengatakan bahwa, counseling revolution, mampu mengubah masalah menjadi anugerah. Menurut saya, bukan karena apabila kita sering melakukan peran sebagai seorang konselor, dalam skala kecil maupun dalam jaringan yang lebih luas berubah menjadi profesi konselor atau semacam seorang motivator akan mendatangkan pundi pundi. Akan tetapi, yang kita lakukan, mampu membuat orang lain terlepas dari jeratan masalahnya adalah sebuah anugerah buat kita. Bukankah, memberikan senyuman adalah ladang sedekah, dan membuat orang lain menjadi tersenyum ceria adalah ladang pahala?. Anugerah terindah  bukan?

Buku ini layak untuk dibaca dan dijadikan sebagai acuan untuk kamu, kalian, dan kita yang ingin menjadi seorang yang berguna bagi orang lain, ahli psykologi atau ahli therapis kejiwaan. Materi tak terlalu berat untuk dicerna bagi seorang pemula.
Mari, mewarnai hidup dengan sesuatu yang berguna bagi sesama...






2 comments:

Noorma Fitriana M. Zain said...

Terima kasih mbak Enny ulasannya, buku ini memang ringan sekali bahasanya dan memang benar adanya, kita mendapatkan masalah dan menemukan solusi dari diri sendiri

enny said...

# bintang deeh untuk buku ini mbaak