Wednesday, November 9, 2016

Yuk, Atur Uangmu Dengan Bijak


http://www.sinarmasmsiglife.co.id/home

Sebagian besar seorang pekerja, hasil keringatnya selama sebulan akan tinggal menghitung hari setelah menerima gaji diawal atau akhir bulan. Berbagai alasan menjadi penyebabnya. 
Diantaranya adalah :

1. Lebih besar pasak daripada tiang. Gajian dan pengeluarannya sehari hari tidaklah seimbang. Hal ini terjadi karena sebagian orang tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Sifat konsumtif juga menjadi penyebab utamanya.

2. Managemen keuangan yang tak memadai. Hampir semua orang, ketika usai menerima gajian adalah dengan belanja alih alih untuk menyenangkan diri sendiri . Bukan langsung menyisihkan uang dalam bentuk tabungan atau investasi yang menguntungkan.

3. Memikirkan hanya untuk saat sekarang, sedikit untuk memikirkan masa depan.
Kalimat, untuk kehidupan sekarang saja begini susah apalagi memikirkan masa depan. Ya sudah kita nikmati saja yang ada di depan mata.



Menghitung tiap pengeluaran bukan berarti kita perhitungan
Sumber gbr :  aturgaji.com

Bagi pasangan muda dan baru memiliki satu atau dua orang anak berusia balita perlu perencanaan yang matang dalam mempersiapkan masa depan keluarga. Hendaknya bukan hanya memikirkan kebutuhan sehari hari saja, namun mempersiapkan bagaimana kesehatan dan pendidikan keluarga kelak. Selagi masih muda, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup saat sah sah saja. Namun mempersiapkan hal yang akan terjadi di luar dugaan juga sangat penting. Hal yang terjadi di luar kehendak kita bisa saja terjadi setiap saat. Kita tak pernah tahu takdir kita akan terlempar ke sudut mana. 

Sebagai seorang ibu rumah tangga, kita dituntut untuk pandai dalam mengatur keuangan keluarga. This is based from true story. Bagaimana dulu saya kelabakan ketika tak memiliki tabungan untuk keperluan yang sifatnya emergency. Pada akhirnya, langkah langkah berikut diambil untuk menyelamatkan perekonomian keluarga. Sedikit banyak pendapatan yang diperoleh tetap harus memiliki managemen yang teratur dan disiplin.

1. Pos pengeluaran harus jelas

 Sumber : Kompasiana
Dalam sebuah rumah tangga pasti memiliki post pengeluaran yang pasti tiap  bulannya, bukan?. Pengeluaran ini sifatnya tak bisa diabaikan atau digeser. Contoh, pengeluaran pembayaran KPR atau pembayaran kredit pembayaran rumah. Segera sisihkan uang untuk keperluan post ini. Setelah post ini tertunaikan, segera sisihkan dana untuk yang lain. Termasuk biaya pendidikan anak anak.
Kalau saya pribadi, memiliki kebiasaan memasukkan uang dalam amplop tiap bulannya setelah menyisihkan cost yang tak bisa diabaikan. Tiap amplop bertuliskan pos atau pengeluaran untuk apa saja. 
Misalnya :
a. Amplop rekening rumah
b. Amplop belanja dan kebutuhan sehari hari atau belanja
c. Amplop biaya sekolah dan uang saku anak anak
d. Amplop kesehatan
e. Amplop kebutuhan tak terduga
f. Amplop uang sisa pengeluaran
2.  Memiliki tabungan
Memiliki tabungan sangatlah penting bagi sebuah keluarga. Bukan hanya sebagai tabungan untuk masa depan akan tetapi juga untuk keperluan yang sifatnya urgent. Bila perlu, tiap anggota keluarga memiliki buku tabungan dan langsung diisi ketika kita menerima gaji, atau ada rejeki yang tak terduga.

3. Memiliki asuransi
Ini yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang. Merasa berat menyisihkan uang untuk sesuatu yang tak bisa kita hindari. Padahal manfaat asuransi banyak sekali. Bukan hanya soal menjamin masa depan atau hari tua, akan tetapi juga memberikan ketenangan bagi kita sebagai nasabah. Karena asuransi memberikan proteksi dari resiko ketidakpastian. Karena penggantian yang akan diberikan dari pihak penyedia layanan jasa asuransi, setidaknya akan meng-cover sebagian hingga seluruh kewajiban pembayaran Anda atas suatu kejadian. Jadi bila kita pergi berpulang, orang orang yang kita cintai dan kita tinggalkan, masih berada di zona aman dari segi finansial. 


Banyak asuransi jiwa yang ditawarkan, akan tetapi lebih cermatlah dalam memilih produk asuransi. Pilihlah asuransi yang kredibel. Sebut saja asuransi sinarmas MSIGlife. Asuransi sinarmas memiliki beberapa produk, dengan limit yang bisa kita tentukan sendiri preminya. Ini dibuktikan dengan Dan semuanya menjamin ketenangan nasabahnya. 
Memiliki asuransi.sama juga memiliki tabungan. Pembedanya adalah, kita tak bisa mengambil tabungan kita sewaktu waktu. Jadi disiplin untuk tak mngutak atik tabungan wajib bisa dihindarkan. Karena asuransi memiliki masa tertentu untuk dicairkan dananya. Kita bisa kok, memilih berapa lama masa pertanggungannya. Dan yang menguntungkan adalah, apabila pemilik asuransi meninggal, maka nasabah akan mendapatkan jaminan pengembalian investasi pada akhir kontrak.

4. Memiliki garis keras dalam soal pembeda antara kebutuhan dan keinginan.
Kita sering terjebak dalam dua hal tersebut. Hampir tak bisa membedakannya dengan sangat baik. Dan seringkali hal tersebut menjadikan kita konsumtif dalam beberapa hal. Misalkan saja, kita selalu tertarik dengan handphone atau gadget keluaran terbaru. Meskipun baru beberapa bulan lalu kita membeli hape, masih saja kita tergoda ingin hape keluaran terbaru. Padahal, belum tentu kita membutuhkan hape dengan fitur lkeluaran terbaru tersebut.

5. Disiplin dalam membelanjakan uang
Nah, yang ini adalah kebiasaan para ibu ketika berbelanja di mall atau supermarket. Ketika berangkat menuju lokasi pusat perbelanjaan, bukan tak mungkin kita sudah mencatat apa saja yang akan kita beli nanti. Namun, begitu sampai ditujuan, mata kita dimanjakan oleh banyaknya sale di mall tersebut. Apa yang telah tercatat, tak lagi berlaku. Kertas catatan bisa overload dengan daftar belanjaan di luar yang seharusnya kita beli. Maka disiplin mengikuti daftar belanjaan yang kita bawa, akan membantu kita save dalam hal keuangan.

Maka, yuk atur uangmu dengan bijak. Agar kita mencapai masa depan dengan gemilang. Ibarat pepatah, bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian. Hidup tak hanya sekarang, sedia payung sebelum hujan.

3 comments:

sabda awal said...

wah, persiapan nih buat saya yg masih jomblo, jadi kebayang nanti berumah tangga. Semoga istri saya jago atur uang kayak mbak yaa.. hehe

kalau asuransi saya memang punya :)

love from Jogja said...

Caranya sama mbak, uang dipilah-pilah dalam amplop sesuai dengan kebutuhannya....he..he..he...

enny ridha alin said...

Ciri emak irit dan disiplin ...hehe